Teror di Thailand Selatan Berlanjut, Kelompok Bersenjata Ledakkan 3 Bom di Pattani
Insiden yang menyasar pusat perbelanjaan di kawasan tambon Bana, distrik Muang Pattani, ini terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Ringkasan Berita:
- Sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah pusat perbelanjaan di distrik Muang Pattani, Thailand Selatan, pada Sabtu malam (29/8/2026)
- Para pelaku memaksa staf dan pengunjung keluar dari gedung sebelum meledakkan tiga bom, sehingga tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini.
- Tim Penjinak Bom (EOD) berhasil menjinakkan bom rakitan seberat hampir 50 kilogram yang dikemas dalam tabung gas dan dilengkapi tujuh galon bensin pada motor sespan.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah aksi teror kembali mengguncang wilayah selatan Thailand setelah sekelompok orang bersenjata mendatangi sebuah pusat perbelanjaan bahan bangunan di Pattani pada Sabtu malam waktu setempat (29/8/2026).
Insiden yang menyasar pusat perbelanjaan di kawasan Tambon Bana, distrik Muang Pattani, ini terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Aparat keamanan setempat meyakini bahwa serangan tersebut, sengaja dilancarkan oleh kelompok pemberontak untuk memicu kembali instabilitas di provinsi perbatasan selatan menjelang rencana perundingan yang mengambang di Malaysia.
Ledakkan Tiga Bom
Berdasarkan keterangan dari Kepala Kepolisian Distrik Muang Pattani, Kolonel Polisi Jeffrey Salaimankul, aksi penyerangan ini melibatkan lima orang pria bermasker yang membawa senjata berapi.
Para pelaku tiba di lokasi dengan menggunakan tiga unit sepeda motor, salah satunya berjenis gandengan samping atau sespan.
Sebanyak dua pelaku melumpuhkan petugas keamanan di pintu masuk, sementara dua lainnya masuk ke dalam toko untuk memaksa seluruh staf serta pengunjung segera meninggalkan gedung.
Di saat yang sama, pelaku kelima memarkirkan motor sespan yang telah sarat bahan peledak di area bongkar muat barang toko.
Sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor, salah satu pelaku sempat melontarkan peringatan kepada petugas keamanan,
Baca juga: Malaysia Ikut Selidiki Serangan Serentak di Thailand Selatan, Diduga Didalangi Separatis BRN
"Jika tidak ingin ada yang terbunuh, cepat evakuasi semua orang keluar dari toko," terang petugas keamanan saat diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian muang Pattani.
Sekitar lima menit setelah para pelaku kabur, tiga buah bom yang telah diletakkan di berbagai titik berbeda meledak di dalam bangunan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut karena gedung telah berhasil dikosongkan sebelumnya.
Bom Rakitan Berukuran Besar
Pasca-ledakan, aparat keamanan langsung memasang garis pengaman dan menutup area sekitar lokasi kejadian karena dikhawatirkan masih terdapat bahan peledak lain yang tertinggal terutama pada motor sespan yang ditinggalkan pelaku di lokasi.
Tim Penjinak Bom (EOD) yang dipimpin langsung oleh Komisaris Polisi Wilayah 9, Letnan Jenderal Polisi Piyawat Chalermsri, kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap motor sespan yang ditinggalkan di area bongkar muat tersebut.
Melalui bantuan drone yang mendeteksi benda mencurigakan, tim mengerahkan robot khusus untuk melumpuhkan alat peledak tersebut sebelum akhirnya dievakuasi ke tempat aman untuk diperiksa lebih lanjut.